Ratusan Atlet Taekwondo siap Berkompetisi Di Spendu Cup Belu 2025

ATAMBUA – Ajang bergengsi Taekwondo, Spendu Cup Belu 2025, resmi dibuka pada Jumat (24/10/2025) di GOR L.A.Bone Atambua. Turnamen yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia (Pengda TI) Belu ini menjadi wadah unjuk kemampuan bagi sekitar 300 atlet muda dari Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara (TTU).

Pembukaan turnamen yang baru pertama kali digelar ini diresmikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Belu. Acara berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua KONI Belu Feby Djuang, Ketua Pengda TI Belu Antonius Djaga Kota, Anggota DPRD Provinsi NTT Agustinus Nahak, serta perwakilan dari Polres, Kodim, dan Kejaksaan Negeri Belu.

Ketua Pengda TI Belu, Antonius Djaga Kota, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian penting dari program pembinaan atlet daerah.

“Tujuan utama dari pelaksanaan turnamen ini adalah untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding dari para atlet kita,” ujar Antonius yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belu.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Spendu Cup sekaligus menjadi realisasi dari target yang diberikan oleh KONI Kabupaten Belu. “Dari KONI juga menargetkan setiap cabor untuk menggelar minimal satu turnamen dalam satu tahun, sehingga kegiatan ini juga merupakan bagian dari pemenuhan target tersebut,” tegas Ketua Pengda TI Belu periode 2024-2029 itu.

Nama “Spendu Cup” diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap Dojang Spendu, yang diakui sebagai dojang tertua di Kabupaten Belu. Dojang ini dikenal telah melahirkan banyak atlet Taekwondo berprestasi yang sukses bersaing baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Meskipun Pengda TI Belu sempat mengundang dojang dari Kabupaten Malaka, turnamen kali ini hanya mempertemukan atlet-atlet terbaik dari dojang yang tersebar di Kabupaten Belu dan TTU.

Dengan digelarnya Spendu Cup Belu 2025, diharapkan potensi atlet Taekwondo di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat terus terasah, menghasilkan bibit-bibit unggul untuk kompetisi yang lebih tinggi.